Sorry, lagi rada sibux. Jadi hari ini kita kopi & ringkas tulisan Oom Thomas Arie Setiawan di AsiaBlogging.
Tulisan asli: mytipsblogs.com/computer/2008/01/10/proses-pendaftaran-domain-id-itu-mudah
Tulisan semacam yang juga menarik & mendidik ada di mytipsblogs.com/computer
<quote>
Berikut beberapa informasi awal yang perlu diketahui:
Beberapa persiapan:
- Tentukan domain yang akan didaftarkan, lalu baca Persyaratan dan Biaya registrasi domain .id.
- Siapkan dokumen pelengkap syarat administrasi (paling sederhana adalah KTP saja, untuk .WEB.ID). Scan menjadi file gambar, atau boleh difoto dengan kamera digital. Perhatikan, setiap file tidak boleh melebihi 200K.
- Siapkan informasi Name Server hosting yang ingin digunakan untuk domain tersebut.
- Perhatikan pula tentang informasi lain seperti nomor rekening untuk melakukan pembayaran, termasuk alamat email yang mungkin diperlukan. PANDI menggunakan rekening BCA untuk menerima pembayaran. Nomor rekening adalah: 035 309 5665. Untuk konfirmasi pembayaran, kirimkan informasi tentang pembayaran ke alamat email: pembayaran@pandi.or.id
Selanjutnya, kita mulai proses registrasi domain. Dalam proses ini, kita memerlukan sebuah akun di situs pengelolaan domain milik kita. Dengan satu akun, kita bisa mengelola beberapa domain. Kunjungi situs Sistem pengelolaan domain .ID, buat akun baru, atau login jika Anda sudah memiliki akun di situs tersebut. Untuk registrasi, berikut langkah-langkahnya (dalam contoh ini, kita akan mendaftarkan domain: namasaya.web.id).
- Buka menu Domain Management, pilih Domain List. Kemudian, pilih pada tautan Register. Lakukan pencarian informasi apakah domain yang ingin didaftarkan masih tersedia (bisa didaftarkan) atau tidak.
- Jika domain tersedia, lakukan langkah berikutnya. Isi informasi sesuai dengan kolom isian data.
- Selanjutnya, kita tambahkan dokumen pendukung untuk domain tersebut.
- Pilih domain yang ingin kita lengkapi dokumennya.
- Pilih tipe dokumennya, misalnya “KTPâ€.
- Pada bagian “Document Nameâ€, kita masukkan nomor dokumen. Misal: KTP#12387351412431
- Upload file dokumen ini.
- Ulangi proses ini sampai dokumen pendukung terkirim semua.
Jika semua langkah tersebut selesai dan kita sudah memenuhi kriteria persyaratan, kita akan menerima email pemberitahuan dari PANDI bahwa permohonan registrasi domain kita disetujui. Jika oleh PANDI dirasa ada yang kurang lengkap, PANDI akan mengirimkan informasi lanjutan.
Nah, setelah Anda menerima pemberitahuan bahwa permohonan domain telah disetujui, ini tidak berarti bahwa domain kita langsung aktif. Kita lakukan pembayaran terlebih dahulu. Kirimkan pembayaran ke nomor rekening yang ditunjuk, dan lakukan konfirmasi. Ingat, konfirmasi ini penting! Kirimkan konfirmasi pembayaran ke pembayaran@pandi.or.id.
Setelah mengirimkan konfirmasi pembayaran, silakan tunggu. PANDI hanya memproses registrasi pada hari dan jam kerja. Setelah proses selesai, Anda akan menerima pemberitahuan lagi tentang status registrasi domain Anda.Lalu domain siap digunakan.
</quote>
Hmm, yang kurang dari tulisan ini adalah unsur narsisnya. Bentar. Aku upload aja salah satu web berdomain di bawah CCTLD .ID ini, yakni agregator yang beralamat di koen.web.id.

Berbagi
Februari 25th, 2008
Anda merasa Jottit terlalu “yah gitu doank?” Tapi kalau disuruh instal Joomla dll teriak “weits, nanti dooloo??” Teinank (d/h tenang), masih ada Weebly. Ini webmaker yang lebih mudah dari Googlepages, tapi lebih ceria. Feature cukup lengkap: ada halaman teks, ada blog, ada feednya. Widgetnya bervariasi. Dan themesnya ceria sekali.
Nah, coba lihat sendiri: weebly.com

Kali ini nggak usah serinci cerita Jottit. Tapi memang mudah.
Untuk pengalamatan, kita berhak mendapatkan subdomain di bawah Weebly. Bukan cuma satu. Kita bisa membuat lebih dari satu serial web (satu seri terdiri atas beberapa halaman web dalam satu subdomain). Contohnya adalah koen.weebly.com.

Kok Juli 2007 sih? Haha. Namanya juga cuman buat eksperimen. Nah, selain dengan domain Weebly, kita juga bisa menggunakan domain kita sendiri. Ada dua cara (setidaknya). Pertama, dengan membeli domain di Weebly. Kedua, kalau kita sudah punya domain, setel DNS zone domain kita, dengan A ke 72.52.67.60, atau CNAME ke www.weebly.com.. Setting DNS langsung … mmm, ntar coba dulu. Contohnya adalah web.koen.cc. Tapi ini alamat eksperimen, dan bisa dihapus kapan saja :).

Tambahan: Posting ini membuat blog ini sempat menjadi Blog Teraktif di Dagdigdug. Satu!

Berbagi
Februari 24th, 2008
Kita punya sebuah teks. Tanpa bekal apa-apa, berapa waktu yang kita perlukan untuk membuat sebuah halaman web dari teks itu. Setengah jam? Hey, ini bukan zaman Geopages di tahun 1995! Tiga menit? OK, kira-kira segitu di zaman WordPress dan kawan-kawan termasuk DagDigDug, dengan asumsi kita sudah punya alamat mail. Setengah menit? Ya, kira2 sebegitu, kalau gerak kita agak lambat dan santai; dan kita menggunakan Jottit. Layanan ini memang dimaksudkan untuk membuat web secara instan. Kurang dari satu menit, teks kita sudah berubah menjadi web.
Pertama, kunjungi jottit.com. Sebuah form besar tertera di sana. (Loh, kok nggak disuruh signup?).

Masukkan saja teks kita di form itu: teks biasa atau terks berformat HTML. Submit.

Jottit langsung menyimpan teks kita dalam halaman web. Alamatnya di jottit.com, pada sebuah direktori dengan nama acak. OK, itu alamat web kita selesai. Berikan alamat ini kepada orang lain yang kita rasa perlu dibagi info ini.
Tapi kita juga bisa mengklaim web ini sebagai milik kita. Masukkan sebuah password, dan pilih peran orang lain dalam web ini: membaca dan boleh ikut mengedit, membaca saja, atau duduk termanggu saja. Sekarang kita sudah memiliki web yang bisa diedit ulang, atau tidak.

Dari halaman pertama ini, kalau mau kita bisa menambah halaman2 lain. Jadi bukan hanya sebuah web untuk satu halaman saja. Dan jangan lupa, kemampuan menggunakan format HTML berarti juga kemampuan memasang gambar pada web ‘kita’ ini. Oh ya, warna juga bisa diubahhanya dengan menggeser sebuah slide bar. Font juga bisa diubah. Dan, yang paling menarik, alamat random itu bisa diganti :), jadi sebuah subdomain di bawah jottit.com. Jadi, jangan khawatir bahwa web kita punya alamat yang jelek :).
Proyek contoh ini disimpan sebagai dilbert.jottit.com.

Mau yang lebih bagus? Banyak. Tunggu ya.
Berbagi
Februari 23rd, 2008
Berkunjung kembali ke site Gelato, aku melihat salah satu link Sponsor: Sabros.us. Halaman muka site Sabros.us meriankan, eh memperiankan, eh … ummm … mendeskripsikan Sabros.us sebagai “a CMS to put your bookmarks online with folksonomy support; just like del.icio.us, but the big diference is you will have the complete control of the source code.”
Ya, singkatnya, ini bookmark online, mirip Del.icio.us, tapi bentuknya engine yang bisa kita pasang di pondok web kita sendiri, dengan domain kita sendiri. Dan karena kita punya source-nya, kita bisa melakukan modifikasi sesuai keperluan. Misalnya? Umm, pemakai del.icio.us pasti sadar, bahwa banyak hal yang seharusnya bisa dikostumisasi di site itu, tapi belum dilakukan.
Aku coba tes engine ini di subdomain si.kun.co.ro. Instalasi benar-benar mudah. Terutama kalau kita dulu sering nonton Dora, menerima satu dua kalimat berbahasa Spanyol di sana sini. Beginilah hasilnya, tanpa modifikasi source apa pun:

Beberapa feature yang telah dipakai adalah fasilitas impor dari del.icio.us, dan pemasangan script di toolbar yang memudahkan melakukan penyimpanan entry bookmark. Direkomendasikan? Wah, belum :). Script belum sempurna, support entah ada di mana. Tapi OK juga, daripada mulai sendiri dari awal, atau memanfaatkan tumblelog cuma sebagai bookmark :).
Berbagi
Februari 22nd, 2008
Tumblelog adala blog dalam mode minimalis. Satu posting berisi teks singkat saja, atau satu link saja, atau potongan obrolan saja, atau satu gambar saja. Komentar bisa ada. Tapi tidak pun dianggap wajar. Tapi dengan dunia blog yang menggaet segala segmen dan segala rupa ini, masih ada gitu gunanya tumblelog? Ini menarik. Agak sulit kalau kita berdiskusi pada level definitif. Lebih pas kalau di level nuansa saja :). Tumblelog biasanya jadi tempat menulis dan menyimpan hal singkat, tanpa diskusi. Beda dengan blog, di mana pengunjung boleh protes: loh, kok idenya nggak dieksplorasi, kok kita disuruh mikirin gambar nggak jelas ini sendiri, kok nggak boleh comment? Di tumblelog, itu dianggap wajar.
Biarpun bukan yang pertama, layanan Tumblr diakui sebagai layanan penyedia tumblelog gratis yang paling keren dan ngetop :). Recommended. Aku menyimpan satu log di sana: log.koen.cc. Tapi kalau kita suka segalanya dalam kendali kita sendiri, kita perlu menghost tumblelog engine kita sendiri. Tentu harus punya domain dan hosting. Tapi sedikit sisa webspace dan subdomain pun OK lah.

Engine tumblelog yang pertama aku coba adalah Gelato. Es krim ini menyediakan mesin yang ringan dan kompak, dan featurenya mirip Tumblr. Theme yang disediakan di sitenya terbatas. Tapi membuat theme sendiri amat mudah. Aku simpan tumblelogku dengan engine ini di kuncoro.co.uk.
Nah, mendadak ada satu engine lagi yang kelihatannya juga menarik. Namanya Chyrp. Ini tumblelog supermini. Begitu instalasi, kita cuma bisa menyimpan teks :). Tapi tersedia modul2, dari yang sekedar memasang feather (ya, dia memilih istilah itu, bukan feature) setara Tumblr, sampai comment, dan hal2 lain yang membuatnya bisa sekuat blog betulan. Ini baru aku coba, tapi belum eksplorasi penuh. Alamatnya di … ah lain hari aja :).
Berbagi
Februari 21st, 2008
Next Posts
Previous Posts